DitenunWebapp

Aplikasi DITenun dikembangkan sejalan dengan program pendampingan DiTenun. DiTenun selalu mengawali setiap program pendampingan dengan riset budaya tenun daerah, dan riset inilah yang menjadi dasar pengembangan fitur dan fungsi aplikasi DiTenun. Sampai tahun 2023, DiTenun telah mengembangkan aplikasi berdasarkan riset dan pendampingan di wilayah Toba, Sumatera Utara, dan Mantar, Sumbawa Barat.

Pengembangan pertama: DiTenun Batak Toba

Riset dan pendampingan yang dilakukan DiTenun dari tahun 2018-2021 diadakan di 4 Kabupaten di sekitar Toba, Sumatera Utara yaitu Kabupaten Toba, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Samosir, dan Kabupaten Tapanuli Utara. Pada penelitian ini, DiTenun meriset kebudayaan tenun Etnis Batak dengan Subetnis Batak Toba dan Karo.
Beberapa jenis tenun tradisi yang dipelajari:

  • Tenun Batak Toba: Ulos Sadum, Tenun Puca, Ulos Harungguan, Ulos Ragidup
  • Tenun Batak Karo: Uis Nipes, Uis Gatip

Dari penelitian ini, DiTenun mengembangkan fungsi kristik generator serta penciptaan layout desain tenun Puca, Harungguan, dan Sadum.

Pengembangan kedua: DiTenun Mantar

Pada tahun 2019-2023, DiTenun mengadakan riset dan pendampingan kepada kelompok tenun di Desa Mantar, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. DiTenun meriset kebudayaan tenun Sumbawa secara garis besar, serta mempelajari perkembangan kebudayaan tenun ATBM di Sumbawa.
Beberapa jenis tenun yang dipelajari:

  • Tenun Pabasa
  • Tenun ATBM

Aplikasi DiTenun dikembangkan untuk kepentingan penenun, sebagai media belajar dan alat bantu desain yang memudahkan penenun untuk merencanakan proses produksi. Fitur dari aplikasi DiTenun terus akan berkembang seiring dengan pemetaan kebutuhan penenun dari berbagai daerah di Nusantara.